Workshop Pembuatan Modul Ajar untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SD Xaverius 3 Bandarlampung

Bandarlampung — Dalam rangka melaksanakan salah satu program sekolah pada Kurikulum Merdeka, yaitu penyusunan Modul Ajar, Tim Kurikulum SD Xaverius 3 Bandarlampung menyelenggarakan Workshop Pembuatan Modul Ajar sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 September 2024, pukul 07.30 WIB, di SD Xaverius 3 Bandarlampung yang beralamat di Jl. Griya Fantasi II D/7, Way Halim, Bandarlampung.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari tim Bergema PMM, yaitu Ibu Barbara Nunung Ika Titianti, S.S., M.M., yang sekaligus menjadi keynote speaker. Sementara itu, materi utama disampaikan oleh Bapak Stepanus Sarji, S.Pd., Kepala Sekolah SD Xaverius 3 Bandarlampung.

Dalam sesi pembukaan, Ibu Ika mengingatkan para pendidik tentang tugas mereka sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, yaitu melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk mendukung proses pendidikan di satuan pendidikan. Salah satu tugas penting tersebut adalah penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanaan pembelajaran, yang merupakan bagian dari perencanaan yang harus disiapkan agar pembelajaran sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Pada sesi utama workshop, Bapak Stepanus Sarji, yang merupakan lulusan Program Guru Penggerak Angkatan 2 tahun 2019, membahas pentingnya pemahaman konsep terkait modul ajar. Beliau menjelaskan kriteria modul ajar yang baik, tujuan pembuatan modul, serta komponen-komponen yang harus ada di dalamnya. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari hasil analisis Rapor Pendidikan 2024 yang menunjukkan adanya penurunan kualitas pembelajaran, khususnya pada metode pembelajaran yang digunakan oleh pendidik. Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka merupakan rancangan implementasi dari alur tujuan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan capaian pembelajaran. Modul ini mencakup tujuan, langkah, media pembelajaran, serta asesmen yang diperlukan dalam satu unit atau topik. Pembelajaran dalam modul ajar diharapkan bersifat kontekstual, berbasis kompetensi, serta fokus pada pengembangan pribadi dan sosial peserta didik.

Tujuan pembuatan modul ajar, sebagaimana dipaparkan oleh Bapak Stepanus, adalah untuk memudahkan pendidik dalam merencanakan pembelajaran, menyediakan bahan ajar yang konsisten, menghemat waktu dan tenaga, memfasilitasi evaluasi pembelajaran, meningkatkan profesionalitas pendidik, serta mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik. Kriteria modul ajar yang baik meliputi aspek esensial, menarik, bermakna, menantang, relevan, kontekstual, serta berkesinambungan. Modul ajar juga harus mencakup tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran (termasuk media pembelajaran yang digunakan), asesmen, serta referensi belajar lainnya. Dalam menyusun modul ajar, pendidik diharapkan menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kompetensi abad 21, seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Beberapa metode yang dianjurkan meliputi metode saintifik, inquiry/discovery learning, project-based learning, dan problem-based learning.

Pada sesi akhir, setiap peserta diwajibkan membuat modul ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran mata pelajaran masing-masing. Modul tersebut juga akan digunakan sebagai dokumen dalam supervisi pembelajaran di kelas dan menjadi bagian dari dokumen e-kinerja. workshop yang berakhir pada pukul 13.00 WIB ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Anastasia Wuryanti, S.Pd.

Salam HK3P, tetap semangat!

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SD XAVERIUS 3 BANDAR LAMPUNG

UNGGUL | TRANSFORMATIF | BERKESINAMBUNGAN

Jl. Griya Fantasi II D/7 Kecamatan Way Halim – Kota Bandar Lampung
Telp. 0721-703647, e-mail : xaveway3@gmail.com

 
© 2023 Created with Yayasan Xaverius Tanjung Karang