Sejenak meninggalkan rutinitas untuk hening berdoa, refleksi, dan mendengarkan Sabda Allah menjadi sumber kekuatan baru bagi orang Kristiani, seperti halnya yang dilakukan oleh SDM SD Xaverius 3 Bandar Lampung. Dimana, SDM kembali mengadakan kegiatan Rekoleksi tahunan, tepatnya pada tanggal 17-18 Oktober 2025 di Goa Maria Bunda Kerahiman Sekincau, Lampung Barat. Pembawa materi pada kegiatan ini ialah RD. Adrianus Satu Manggo yang saat ini bertugas sebagai Vikjen (Vikaris Jenderal) Keuskupan Tanjung Karang. Kegiatan rekoleksi ini mengangkat tema “Bekerja dengan Hati, Bertumbuh dalam Semangat, Melayani dengan Sukacita.” Pada hari pertama rekoleksi, Romo Manggo mengingatkan kembali tentang makna panggilan sebagai guru dan karyawan Katolik sebagaimana yang terdapat dalam Injil Lukas 9: 1-6 tentang perutusan para Murid. Demikian pula umat beriman diutus sejak menerima Babtisan, Komuni Pertama, Krisma, Sakramen Perkawinan, dan juga ketika diterima untuk berkarya sebagai Guru dan Karyawan SD Xaverius 3 Bandar Lampung, bahkan setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi. Maka dari itu, Romo mengajak Guru dan Karyawan untuk mencoba merenungkan panggilan sebagai Guru dan Karyawan paling tidak 10 menit setiap hari untuk mensyukuri panggilan tersebut. Perutusan ini melingkupi sikap religius, jujur, sederhana, dan bijak, serta berani. Kegiatan diselingi ice breaking yang dipandu oleh para guru. Lalu, dilanjutkan dengan sharing secara berkelompok tentang tantangan dan harapan sebagai guru dan karyawan yang ditulis di kertas karton. Pada hari kedua, dimulai dengan senam pagi, lalu meditasi yang dipandu oleh para guru. Setelah itu, dilanjutkan dengan dimamika kelompok, setiap kelompok diberi bahan untuk membuat pohon komitmen tentang tema rekoleksi ini. Rekoleksi semakin diteguhkan dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Manggo. Melalui kegiatan rekoleksi ini para SDM kembali teguhkan bahwa panggilan menjadi seorang Guru dan Karyawan Katolik merupakan suatu panggilan yang mulia. Dimana dalam menjalani panggilan tersebut tidak jarang terdapat tantangan, namun dibalik semua itu selalu ada harapan karena memiliki iman dan cinta kepada Tuhan yang kemudian dibagikan kepada sesama khususnya kepada peserta didik, wali murid, dan masyarakat. Penulis: Ana Yulia Astuti, S, Pd
Hebat! Siswa Kelas 1 SD Xaverius 3 Raih Juara Ganda di Kejuaraan Pushbike Nasional
Prestasi gemilang berhasil diraih oleh siswa kelas 1 SD Xaverius 3 Bandar Lampung yang bernama Daniyal Aldric Santoso. Daniyal berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 3 Piala Gubernur DKI Jakarta 2025 Pushbike Championship pada tanggal 13 September, dan Juara 2 Diton Fest 2025 Pushbike Challenge di TMII Jakarta pada tanggal 14 september. Dalam hal ini, Daniel telah membuktikan diri sebagai pelajar yang berani bersaing dengan peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia, dan keluar sebagai juara. Pencapaian Daniyal ini tentu tidak lepas dari peranan orang tua yang selalu mendukung Daniyal untuk terus berlatih sehingga Ia dapat bersaing dan berhasil merebut juara dalam perlombaan ini. Ibu dari Daniyal, Widya mengungkapkan bahwa Daniyal hobi olahraga Pushbike sejak usia 2 tahun dan sering berlatih Puhbike di rumah. Lalu pada tahun 2024, Daniyal mengikuti komunitas Pushbike di Lampung sehingga ketrampilannya dalam olahraga pushbike semakin meningkat. Daniyal anak yang aktif, dan suka dengan olahraga Pushbike, sehingga Widya dan suami memfasilitasi keperluannya dalam perlombaan Pushbike hingga keluar daerah Lampung. Prestasi gemilang yang berhasil dicapai oleh Daniyal diajang perlombaan olahraga Pushbike ini sangat didukung pihak SD Xaverius 3 Bandar Lampung. Dimana, setelah upacara bendera para guru, karyawan, dan peserta didik lainnya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Daniyal. Pencapaian Daniyal ini menunjukkan bahwa prestasi sejak dini sangat mendukung tingkat kepercayaan diri, menggali kompetensi diri, membangun kemampuan bersosialisasi, dan menumbuhkan sikap sportivitas. Selain itu, keberhasilan Daniyal ini juga menjadi penyemangat bagi peserta didik lainnya untuk selalu berani menunjukkan kompetensi dengan mengikuti perlombaan di Lampung dan bahkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia sehingga dapat mengharumkan nama sekolah, nama daerah, dan orang tua serta orang sekitar. (Penulis: Ana Yulia Astuti)
Rekoleksi SDM dalam BKSN 2025: ”Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”
Pada Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 tepatnya hari Kamis, 18 September SD Xaverius 3 Bandar Lampung kembali mengadakan kegiatan Rekoleksi yang diikuti oleh seluruh SDM (Sumber Daya Manusia). Pemateri dalam kegiatan ini yaitu Romo Aris yang saat ini bertugas di Arsip Keuskupan Tanjung Karang dan Sekretaris YPSK (Yayasan Pembina Sosial katolik). Kegiatan rekoleksi ini mengambil tema BKSN Keuskupan Tajung Karang 2025 yaitu “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup.” Kegiatan berlangsung dengan lancar dari awal hingga akhir, dan Seluruh SDM mengikuti kegiatan dengan semangat dan aktif. Tema BKSN tahun ini menyoroti tokoh Alkitab yaitu Nabi Zakharia dan Nabi Maleakhi. Romo Aris menyampaikan bahwa Nubuat Nabi Zakharia menyerukan agar umat Israel beribadah kepada Allah dengan benar dan menunjukkan kasih sayang kepada sesama (Za 7:1-14). Hal ini ingin mengajarkan bahwa SDM sebagai orang beriman Katolik diajak untuk setia beribadah kepada Allah dengan benar dan menunjukkan kasih sayang kepada sesama seperti menunjukkan kasih sayang antar warga sekolah maupun warga di luar sekolah. Selanjutnya, Nubuat Nabi Maleakhi ingin mengatakan bahwa Allah berkenan pada orang-orang yang takut akan Dia (Mal 2: 33-18). Nubuat Nabi Maleakhi tersebut mengajarkan bahwa SDM hendaknya selalu menjaga kesetiaan kepada Allah meskipun melihat orang lain yang hidupnya tidak benar tampak lebih berhasil. Kesetiaan kepada Allah dapat dibangun dengan cara rajin berdoa, mengaku dosa, mengikuti kegiatan menggereja, mengerjakan tugas dan tanggung jawab sebagai guru maupun karyawan dengan tekun dan setia. Meskipun dalam menjalani kehidupan sering kali mengalami berbagai tantangan. Yesus pun menegaskan bahwa “Kamu adalah Sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu” (Yoh 15:14). -Ana Yulia Astuti
Doa Menyatukan, Beda Menguatkan, Melodi Doa dari Enam Jalan
Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 – SD Xaverius 3 Bandar Lampung Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 menjadi momen istimewa bagi seluruh warga SD Xaverius 3 Bandar Lampung. Dengan mengangkat tema “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pendalaman iman, tetapi juga ruang kebersamaan dalam merajut persaudaraan lintas iman. Acara yang berlangsung pada Kamis, 18 September 2025 ini dihadiri oleh seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik kelas 1 hingga kelas 6, para guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan komite sekolah. Kegiatan juga semakin bermakna dengan kehadiran sejumlah pemuka agama, di antaranya Bapak Ustad Adi, Ibu Nengah Sumesari, Ibu Rohanna Duma Sari Saragih, dan Ibu Ana Yulia Astuti, yang turut memberikan doa dan dukungan dalam semangat keberagaman. Sejak pukul 07.15 WIB, suasana khidmat sudah terasa ketika perarakan Kitab Suci dari enam agama di Indonesia dibawa dengan penuh hormat, disusul barisan peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6. Perarakan ini menjadi simbol bahwa meski setiap agama memiliki jalan yang berbeda, semuanya menuju pada satu tujuan yang sama: mencintai Allah dan sesama. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Xaverius, yang membangkitkan rasa cinta tanah air sekaligus semangat kebersamaan dalam keluarga besar Yayasan Xaverius. Selanjutnya, suasana semakin mendalam dengan pembacaan Kitab Suci dari masing-masing agama, yang menggema sebagai tanda bahwa firman Tuhan hadir dan hidup dalam setiap perbedaan. Puncak acara adalah Doa Universal, dipimpin secara bergantian oleh para pemuka dan perwakilan tokoh agama. Dalam doa tersebut, setiap agama melantunkan harapan yang sama: perdamaian, persaudaraan, dan kasih bagi seluruh umat manusia. Momen ini menjadi wujud nyata bahwa doa adalah bahasa universal yang mampu melampaui batas perbedaan. Setelah doa bersama, acara semakin meriah dengan penampilan dari berbagai agama, yang menampilkan kekayaan budaya sekaligus nilai-nilai spiritual yang indah. Kegiatan kemudian ditutup dengan bina iman sesuai agama masing-masing, sehingga setiap peserta didik tetap mendapatkan pendalaman iman sesuai keyakinannya. BKSN 2025 di SD Xaverius 3 Bandar Lampung bukan hanya perayaan iman, tetapi juga simfoni doa lintas iman yang menghadirkan harmoni dalam keberagaman. Melalui tema “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”, seluruh warga sekolah diajak untuk memperbarui relasi dengan Allah, sesama, dan lingkungan dalam semangat kasih, persaudaraan, dan persatuan. -Sisilia Juli Anggraini
Rekoleksi SDM SD Xaverius 3 Bandarlampung: Meneladani Jalan Sang Guru
GSG Wayhalim, 14 Maret 2025 – Para guru SD Xaverius 3 Bandarlampung mengikuti rekoleksi bertajuk Jalan Sang Guru yang mengangkat tema Spiritualitas Guru Kristiani. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh refleksi dan pembelajaran, dipandu oleh Romo Michael Nopen Saputro, Pr sebagai pemateri utama. Dalam sesi pembuka, Romo Michael mengajukan pertanyaan mendasar, “Guru itu siapa?” Berbagai jawaban muncul dari para peserta, di antaranya guru adalah sosok yang digugu dan ditiru, seorang pemberi ilmu, serta pembimbing yang membawa terang dalam kegelapan. Dalam bahasa Sansekerta, kata guru berarti pengajar, yang memiliki tugas membebaskan murid bukan hanya dari ketidaktahuan, tetapi juga dari ketergantungan kepada sang guru. Rekoleksi ini menekankan pentingnya meneladani Yesus sebagai Sang Guru sejati. Para guru diajak untuk menghidupi roh cinta kasih, persaudaraan sejati, pembelajaran, serta keutamaan dalam hidup berdasarkan HK3P (Humanis, Kecerdasan, Kejujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan). Romo juga menjelaskan empat jalan yang harus ditempuh seorang guru dalam menjalankan tugasnya: Jalan Pengosongan Diri: Guru dipanggil untuk mengalami kesatuan dan kebahagiaan dalam Tuhan. Dalam sesi ini, para peserta diajak menyaksikan video tentang alasan seseorang menjadi guru. Jalan Panggilan Suci: Guru sebagai pelayan dan pendidik harus menjalankan tugasnya dengan kesadaran akan panggilan Tuhan. Jalan Pemerdekaan Nurani: Seorang guru hendaknya memiliki virtue (keutamaan karakter) seperti rendah hati, tekun, benar, dan adil. Jalan Pengharapan Hati: Harapan merupakan keutamaan hidup yang harus dimiliki seorang guru. Mereka diajak untuk disiplin, konsisten, dan mengajarkan ilmu kehidupan kepada para murid. Rekoleksi ini juga diisi dengan sesi refleksi pribadi melalui beberapa pertanyaan yang mengajak para peserta merenungkan peran mereka sebagai pendidik. Acara ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang memberikan berkat bagi seluruh peserta agar semakin teguh dalam panggilan sebagai pendidik Kristiani. -Ruth Angen Swani Pramesti-
Bersama-Sama Melayani dalam Hidup Menggereja: Para Guru dan Karyawan Bertugas Koor di Gereja St. Yohanes Rasul Kedaton
Dalam hidup menggereja, tugas menjadi petugas koor merupakan salah satu pelayanan dibidang Liturgia. Menjadi petugas koor ini juga dilaksanakan oleh Guru dan Karyawan SD Xaverius 3 Bandar Lampung di Gereja St. Yohanes Rasul Kedaton pada hari minggu, 07 September 2025, pukul 09.00. Para Guru dan Karyawan bersama-sama menyumbangkan suara terbaiknya demi pelayanan kepada Tuhan dan umat beriman yang hadir. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. FX. Dista Kristanto. Guru dan Karyawan SD Xaverius 3 bandar Lampung tidak hanya mengabdikan diri dibidang pendidikan, tetapi juga turut aktif melayani dalam hidup menggereja melalui pelayanan koor dalam Ekaristi ini. Hal ini juga sejalan dengan homili yang disampaikan oleh Romo Dista yang menegaskan bahwa umat beriman datang kepada Yesus sebagaimana yang tertulis dalam Injil Lukas (14: 25): “banyak orang beduyun-duyun mengikuti Yesus.” Selanjutnya, dikatan bahwa “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (ay. 27). Maka, Guru dan Karyawan telah menunjukkan kesetiaan mereka dalam mengikuti Yesus dengan datang dan mengambil bagian dalam tugas pelayanan khususnya menjadi petugas koor. (anayulia)
“Langkah Kecil, Menuju Iman Besar: Mencari Teduh di Gua Maria”
Sabtu pagi, 24 Mei 2025, menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar SD Xaverius 3 Bandarlampung, khususnya para siswa-siswi Katolik dari kelas 3 hingga kelas 6, seluruh SDM, perwakilan orang tua, dan komite sekolah. Dalam suasana penuh semangat dan harapan, rombongan besar ini memulai perjalanan rohani mereka menuju dua tempat ziarah yang penuh kedamaian: Gua Maria Fajar Mataram dan Gua Maria Sumber Kelegaan Stasi St. Lidwina Bandar Jaya. Empat bus mengantar langkah-langkah kecil penuh iman itu. Tepat pukul 07.00 WIB, rombongan berangkat dari SD Xaverius 3 Bandar Lampung, dan tiba di Gua Maria Fajar Mataram sekitar pukul 09.15 WIB. Setibanya di sana, para peserta langsung diarahkan menuju lokasi utama ziarah untuk mengikuti Misa Kudus yang dipimpin oleh empat imam yang hangat dan penuh sukacita: Romo Manggo, Romo Pius, Romo Radit, dan Romo Heru. Misa Kudus dibuka dengan suasana khidmat namun penuh keceriaan, terlebih saat mendengarkan homili dari Romo Manggo yang penuh semangat dan humor segar. Dalam kotbahnya, Romo Manggo mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Bulan Maria dan Tahun Yubelium sebagai momentum pertumbuhan iman, khususnya dalam keteduhan hati dan doa yang dipanjatkan di hadapan Bunda Maria. Setelah Misa Kudus, seluruh peserta berdoa bersama di depan Gua Maria, menyerahkan harapan, syukur, dan permohonan mereka kepada Bunda Maria. Suasana semakin hangat saat sesi foto bersama dan makan siang berlangsung dalam kebersamaan dan sukacita. Perjalanan rohani tidak berhenti sampai di situ. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Gua Maria Stasi Sumber Kelegaan St. Lidwina di Bandar Jaya. Di sana, seluruh peserta kembali hening dalam devosi bersama, merenungkan kasih Allah dan keteladanan Bunda Maria sebagai Ibu yang setia mendampingi langkah iman umat-Nya. Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ziarah batin yang mempererat tali persaudaraan dan membangkitkan semangat iman. Dari langkah-langkah kecil para siswa hingga doa-doa tulus para orang tua dan guru, semuanya berpadu dalam satu harapan: menjadi pribadi yang semakin kuat dalam iman, harapan, dan kasih. Ziarah ini menjadi bukti bahwa langkah kecil, jika dilakukan bersama dan dengan iman, mampu membawa kita pada kedalaman spiritual yang besar. Dalam keteduhan Gua Maria, kita semua belajar: mencari Tuhan bukan hanya soal pergi jauh, tapi tentang membuka hati dan berjalan bersama dalam cinta-Nya. (sisiliajuli)
Senyum Ceria di Balik Nasi Hangat: Siswa Sambut MBG dengan Sukacita
Bandar Lampung — Senin, 19 Mei 2025 menjadi hari yang istimewa bagi seluruh siswa SD Xaverius 3 Bandar Lampung. Sebanyak 701 siswa dari berbagai jenjang kelas tampak antusias dan bahagia saat menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah sebagai penunjang tumbuh kembang dan prestasi belajar. Sejak pagi hari, anak-anak tampak tertib berbaris dan menanti giliran mereka untuk menerima paket makanan yang telah disiapkan. Meskipun sederhana, suasana penuh syukur dan bahagia terpancar dari wajah mereka. Para guru dan tenaga kependidikan turut mendampingi dan memastikan jalannya pembagian makanan berlangsung lancar dan tertib. Dengan semangat yang tinggi, anak-anak menyantap makanan bergizi yang disajikan. Nasi hangat, lauk pauk bernutrisi, dan sayuran sehat menjadi sajian utama yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberi semangat baru bagi mereka untuk belajar dan beraktivitas di sekolah. Kepala SD Xaverius 3 Bandar Lampung, Bapak Sarji, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. “Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap gizi anak-anak. Program ini tidak hanya memberikan asupan fisik, tetapi juga membawa kegembiraan dan kebersamaan di sekolah kami,” ujarnya. Tak hanya menjadi momentum untuk menikmati hidangan sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi sejak usia dini. Anak-anak belajar untuk menghargai makanan, menjaga kebersihan, serta memahami bahwa tubuh yang sehat dimulai dari pola makan yang baik. Melalui program ini, diharapkan generasi muda Indonesia, khususnya di SD Xaverius 3 Bandar Lampung, tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Senyum ceria mereka di balik nasi hangat menjadi bukti bahwa perhatian dan kasih sayang negara telah sampai di meja makan mereka—sebuah awal yang baik untuk masa depan yang gemilang. (sisiliajuli)
Menyimak Sunyi, Merajut Kasih: Toleransi Bersemi di Balik Pagoda
Dalam semangat membangun pemahaman lintas iman dan menumbuhkan sikap toleransi sejak dini, SD Xaverius 3 Bandarlampung mengadakan kunjungan ke Vihara Budha Bhaisajyaguru Graha pada Kamis, 15 Mei 2025. Kegiatan ini melibatkan 20 siswa beragama Buddha, didampingi oleh perwakilan guru dan komite sekolah. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan memperingati Hari Raya Waisak, yang menjadi momen penting bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha. Acara diawali dengan salam dan sambutan hangat dari Bapak Sarji selaku Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya toleransi dan penghargaan terhadap keragaman, khususnya dalam konteks pendidikan dasar yang membentuk fondasi karakter peserta didik. Kunjungan ini semakin bermakna dengan kehadiran Suhu Nyana Maitri Mahastawira, yang turut memberikan penjelasan tentang ajaran-ajaran Buddha, makna Hari Waisak, serta nilai-nilai luhur seperti cinta kasih, kedamaian batin, dan pengendalian diri. Anak-anak diajak menyimak dalam keheningan suasana vihara, memahami bahwa dalam sunyi pun terdapat suara kasih yang mendalam. Para staff vihara, serta Samaneri dan Samanera, turut menyambut dengan penuh keramahan. Anak-anak diajak berkeliling melihat ruang meditasi, altar persembahan, dan patung Buddha yang menjulang damai di tengah ruangan. Mereka juga mendapat kesempatan untuk bertanya dan berdialog ringan, membangun pemahaman yang utuh dan menyentuh hati. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar bahwa toleransi bukan sekadar mengenal perbedaan, tetapi juga merasakan kebersamaan dalam keberagaman. Dalam diam, mereka merenungi nilai-nilai universal yang mengajarkan cinta kasih tanpa batas. SD Xaverius 3 Bandarlampung berharap kunjungan semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai wujud nyata pendidikan karakter, agar benih toleransi dan perdamaian tumbuh subur dalam diri setiap anak bangsa. (sisiliajuli)
Cahaya Paskah di Balik Jeruji: Aksi Nyata Kasih untuk Anak Binaan
“Perbuatan kecil yang dilakukan dengan kasih akan membawa perubahan besar dalam hidup seseorang.” — Santa Teresa dari Kalkuta. Semangat inilah yang diusung dalam kegiatan Aksi Puasa Paskah (APP) tahun 2025 oleh keluarga besar SD Xaverius 3 Bandar Lampung. Pada Sabtu, 26 April 2025, rombongan dari sekolah melaksanakan kunjungan kasih ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tegineneng sebagai bentuk nyata dari kasih yang diwartakan kepada sesama. Kegiatan yang diikuti oleh siswa, guru, dan perwakilan komite ini bertujuan untuk menyalurkan dana hasil pengumpulan APP sekaligus menyampaikan pesan bahwa cinta kasih Kristus tak mengenal batas, termasuk kepada anak-anak binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di balik jeruji. Acara dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan sambutan hangat dari pihak LPKA. Doa pembuka yang dipimpin oleh petugas lapas dibalut dalam lantunan sholawat, mencerminkan nilai toleransi dan penghormatan antarumat beragama. Suasana haru dan hangat menyelimuti sejak awal kegiatan. Sambutan dari Kepala SD Xaverius 3 Bandar Lampung, Bapak Sarji, menegaskan pentingnya nilai-nilai kasih, pengampunan, dan harapan yang harus terus ditanamkan kepada siapa saja, di mana saja. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, namun bentuk nyata dari pewartaan iman dan cinta yang hidup. Acara ini dilanjutkan dengan sesi materi tentang bagaimana cara menjaga dan merawat kebersihan diri, oleh Ibu dr. Fransisca TY Sinaga Sp.P(K), M.Kes Suasana penuh sukacita semakin terasa saat kegiatan dinamika dan games dimulai. Keceriaan terpancar dari wajah 51 anak binaan yang terlibat aktif dalam berbagai permainan. Interaksi yang hangat antara peserta dari sekolah dan anak-anak binaan menghadirkan suasana persaudaraan yang tulus. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, makan bersama sebagai simbol kebersamaan, serta sesi foto yang mengabadikan momen kasih yang membekas dalam hati semua yang hadir. APP tahun ini kembali mengingatkan bahwa kasih tidak harus diungkapkan dalam bentuk besar, namun melalui kehadiran, perhatian, dan pengakuan terhadap martabat setiap manusia. “Cahaya Paskah di Balik Jeruji” menjadi bukti bahwa kasih sejati tak pernah terbatas oleh ruang dan waktu. Ia mampu menembus batas, menyapa luka, dan menyemai harapan. (sisiliajuli)