Sejenak meninggalkan rutinitas untuk hening berdoa, refleksi, dan mendengarkan Sabda Allah menjadi sumber kekuatan baru bagi orang Kristiani, seperti halnya yang dilakukan oleh SDM SD Xaverius 3 Bandar Lampung. Dimana, SDM kembali mengadakan kegiatan Rekoleksi tahunan, tepatnya pada tanggal 17-18 Oktober 2025 di Goa Maria Bunda Kerahiman Sekincau, Lampung Barat. Pembawa materi pada kegiatan ini ialah RD. Adrianus Satu Manggo yang saat ini bertugas sebagai Vikjen (Vikaris Jenderal) Keuskupan Tanjung Karang.
Kegiatan rekoleksi ini mengangkat tema “Bekerja dengan Hati, Bertumbuh dalam Semangat, Melayani dengan Sukacita.” Pada hari pertama rekoleksi, Romo Manggo mengingatkan kembali tentang makna panggilan sebagai guru dan karyawan Katolik sebagaimana yang terdapat dalam Injil Lukas 9: 1-6 tentang perutusan para Murid. Demikian pula umat beriman diutus sejak menerima Babtisan, Komuni Pertama, Krisma, Sakramen Perkawinan, dan juga ketika diterima untuk berkarya sebagai Guru dan Karyawan SD Xaverius 3 Bandar Lampung, bahkan setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi. Maka dari itu, Romo mengajak Guru dan Karyawan untuk mencoba merenungkan panggilan sebagai Guru dan Karyawan paling tidak 10 menit setiap hari untuk mensyukuri panggilan tersebut. Perutusan ini melingkupi sikap religius, jujur, sederhana, dan bijak, serta berani. Kegiatan diselingi ice breaking yang dipandu oleh para guru. Lalu, dilanjutkan dengan sharing secara berkelompok tentang tantangan dan harapan sebagai guru dan karyawan yang ditulis di kertas karton.
Pada hari kedua, dimulai dengan senam pagi, lalu meditasi yang dipandu oleh para guru. Setelah itu, dilanjutkan dengan dimamika kelompok, setiap kelompok diberi bahan untuk membuat pohon komitmen tentang tema rekoleksi ini. Rekoleksi semakin diteguhkan dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Manggo. Melalui kegiatan rekoleksi ini para SDM kembali teguhkan bahwa panggilan menjadi seorang Guru dan Karyawan Katolik merupakan suatu panggilan yang mulia. Dimana dalam menjalani panggilan tersebut tidak jarang terdapat tantangan, namun dibalik semua itu selalu ada harapan karena memiliki iman dan cinta kepada Tuhan yang kemudian dibagikan kepada sesama khususnya kepada peserta didik, wali murid, dan masyarakat.
Penulis: Ana Yulia Astuti, S, Pd
